Friday, 12 April 2013

kerinduan dahulu...

Sungguh nikmat hidup ini andai susah, senang, suka, duka, dapat kita lalui bersama.. Gelak tawa bersama-sama mnambahkan lgi krinduan terhadap pershabatan seperti dulu. Rindu.. Aku kehilangan gelak tawa mereka yang dulu. Setiap tawa yang banyak memberi makna. Mana perginya ukhuwah kita yang dulu? Tak kisah seandainya keadaan seperti dulu tidak ada, tetapi biarlah tali persahabatan itu tidak putus. Ukhuwah yang tiada penghujungnya, sentiasa mangalir bersama di bawah keredhaan Allah seperti untaian tasbih. Maafkan diri ini andai tak bisa memahami kalian. Maafkan aku juga kerana tak pernah membantu untuk menyambung semula tali ukhuwah ini, yang telah dibina hampir sekian lama. Aku cuba, aku cuba sedaya mampu aku untuk eratkan semula persahabtan ini. Tapi aku lemah, tak mampu tuk lakukannya. Untuk segarkan semula taman keindahan kita yang kian suram, tali ukhuwah yang kian longgar. Indahnya persahabatan andai bersulamkan kemaafan dan keikhlasan...

\

sahabat..
dengarlah hati ini berbicara..
ku harap kita akan sentiasa bersama hingga ke akhir hayat..
maafkan aku..
andai tak dapat membantu..
kerna diri ini hanya insan yang sangat lemah, hina..
bantulah aku..
tuk satukan untaian tasbih yang kian longgar..
tuk bina semula taman indah kita..
demi persahabatan kita...

Friday, 5 April 2013

bisikan nurani...

Dalam sujud, Aku bercerita..
“Dalam sujudku.. ku sebut namamu.. ku bercerita.. ku meminta.. ku mengalirkan air mata..”
Dalam sujudku, kubenamkan segala rinduku untukmu luruh dalam doa yang terucap. Dalam sujudku, terucap beribu kalimat rindu yang terucap tak sempurna. Sedikit berharap dapat melepasnya dalam sebuah pertemuan, meski itu hanya sebuah angan. Ku pasrahkan semua inginku meski itu hanya sebatas asa

Terangkai seuntai baris rindu mengalir bersama air mata yang menetes. Mencoba untuk selalu tegar atas perjalanan ini. Mencoba untuk selalu ikhlas meski hati tak sekuat dan setegar batu karang, meski harus kembali bertarung dengan kesabaran dalam jarak dan waktu yang panjang.

Tapi setidaknya, aku berharap bahwa penantian ini tak pernah berujung pada ketidakpastian. Aku dan kamu tak kan berpendar sia-sia, setidaknya..

Bahwa daun gugur pun memiliki sebuah penantian.. dan penantian itu tak pernah sia-sia.. karena Ia berharap bahwa ada sebuah ujung yang indah pada akhir penantiannya.



Semalam aku kelukaan
Kecewa kehampaan
Mencalar ketabahan
Allah...
Ingin ku hentikan langkah ini
Bagaikan tak mampu untukku bertahan
Semangat tenggelam lemah daya
Haruskah aku mengerang namun jiwaku berbisik
Inilah dugaan...